Memahami Pemikiran Ibnu Khaldun

Memahami Pemikiran Ibnu Khaldun

Diposting pada 150 views

Memahami Pemikiran Ibnu Khaldun.

30 September 2021, kami mendiskusikan buku Abdul Aziz, mantan anggota KPU dan Dubes Indonesia untuk Saudi Arabia. Buku berjudul ‘Negara Rasional Warisan Ibnu Khaldun’ tentu merupakan rekonstruksi cara pandang tokoh pemikir yang hidup di abad ke-13 dan awal abad ke-14 itu.

Dalam studinya ini, Aziz berusaha keras melepaskan prasangka-prasangka kekinian dalam memahami pikiran Khaldun. Karena itu, Aziz menyusup kepada karya asli Khaldun ‘Muqaddimah’ dan ‘Al-Ibar’ yang tebalnya lebih dari seribu halaman itu. Sebuah tekad akademik luar biasa.

Salah satu kesimpulan yang saya ambil tentang pemikiran Khaldun ini adalah ialah tokoh pemikir paling awal yang menyatakan bahwa realitas sosial-politik dan ekonomi bersifat otonom. Jadi, bukan hanya aktor yang bersifat otonom.

‘Otonomi’ realitas ini hanya bisa dipahami melalui hukum-sebab akibat. Dalam arti, realitas terbentuk bukan dari intervensi kekuatan supranatural, sebagaimana kaum agamawan berusaha memahaminya.

Inilah titik anjak Khaldun merumuskan hubungan sistem perpajakan dengan kestabilan politik-ekonomi sebuah kerajaan. Ini pula yang mendorongnya berpendapat bahwa otoritas politik harus bekerja sama dengan kaum produktif, yaitu para pengusaha.

Kini, kita menyebut jenis pemikiran ini sebagai ‘liberal’ atau ‘neo-liberal’ dalam pandangan ekonomi. Tetapi, abad ke-13 dan ke-14 tak mengenal frasa itu. Termasuk lawannya: ‘state-led economy’.

Penulis: Prof Fachry Ali.

*Analisis Prof Fachry Ali tentang Memahami Pemikiran Ibnu Khaldun ini disampaikan saat bedah buku “Negara Rasional: Warisan Pemikiran Ibnu Khaldun” yang ditulis Dr Abdul Aziz, MA.

1 komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.