Kisah Kecintaan Mbah Liem dengan Sholawat Nabi

Kisah Kecintaan Mbah Liem dengan Sholawat Nabi

Diposting pada 119 views

Kisah Kecintaan Mbah Liem dengan Sholawat Nabi

Bilqolam.id – Selain mendaras Al-Qur’an, salah satu kebiasaan Simbah ketika di ndalem adalah membaca shalawat. Sambil lenggahan di kursi, seringkali beliau membaca kitab Dalailul Khayrat atau lainnya.

Hubungan Simbah dengan shalawat memang sangat dekat dan bisa dikatakan unik. Hampir di seluruh tulisan-tulisan Simbah selalu tertera shalawat yang tertulis setelah basmalah dan syahadat. Ijazah-ijazah yang beliau berikan kepada tamu atau santrinya, seringkali juga berupa shalawat.

Dan setiap malam Jum’at, Simbah hampir tidak pernah melewatkan shalawatan bersama para santri di Masjid Jami’ Al-Muttaqien, Sumberejo Wangi. Dan pada momen seperti ini, shalawatan bisa berlangsung lama sekali, sampai berjam-jam. Karena tiap kali para santri hendak mengakhiri, Simbah langsung dawuh untuk melanjutkan lagi dan lagi.

Pernah pada suatu saat Simbah tindakan, dan ketika sudah sampai Wonogiri beliau baru ingat ternyata saat itu adalah malam Jum’at. Akhirnya beliau balik lagi ke Masjid Al-Muttaqien untuk shalawatan, dan baru tindakan lagi setelah selesai.

Dan di antara yang cukup terkenal adalah wasiat tentang proses pemakaman beliau. Beliau berpesan agar kelak ketika wafat, jenazah beliau dibawa dari ndalem ke makam dengan diiringi shalawat-rebana dan dimakamkan secara militer.

Yang juga khas dari Simbah dalam bershalawat adalah gerak tubuhnya saat pembacaan shalawat. Saat pembacaan maulid sampai pada mahallul qiyam, beliau selalu mengangkat kedua tangannya dengan penuh semangat, seolah berdoa atau mungkin mengajak para hadirin untuk lebih antusias lagi dalam menyambut rawuhnya Kanjeng Nabi. Mengikuti Simbah, cara ber-mahallul qiyam dengan mengangkat kedua tangan inilah yang digunakan oleh santri-santri Al-Muttaqien Pancasila Sakti Al-Pansa.

Demikian Kisah Kecintaan Mbah Liem dengan Sholawat Nabi. Semoga bermanfaat.

Penulis: KH. Karsono Khasani, Pengasuh Pondok Pesantren Alpansa Klaten

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.