Keberanian Seorang Munir (1998)

Keberanian Seorang Munir (1998)

Diposting pada 419 views

Keberanian Seorang Munir (1998)

Pada tahun silam ada sesosok orang yang pemberani bernama Munir. Yang lahir di kota malang. Dimasa kecil ia selalu membantu ibu dan kakanya berjualan. Namun, pada suatu ketika saat ia pulang dari sekolah bersama adiknya, ia melihat seorang perempuan yang lebih sedikit tua dari ibunya. Dan perempuan tersebut dibunuh didepan matanya dan dikuburkan begitu saja tanpa ada tindak lanjut atas kasus penganiayaan terhadap perempuan tua yang ia lihat dengan mata kepalanya sendiri itu.

Dan setelah ia sampai ketoko yang pada saat itu pulang dari sekolah, ia beranjak menuju toko bersama adiknya yang masih kelas lima SD itu, untuk membantu kakaknya berjualan, lantas iapun ceritakan pada kakaknya yang sudah menduduki bangku sekolah SMA “ kak, saya melihat wanita tua yang hampir seumuran dengan ibu tadi dibunuh dan dikuburkan begitu saja yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa”. Lantas kakaknyapun menjawab dengan nada sedikit tinggi “ kenapa kamu tidak laporkan saja kekantor polisi? atas penganiayaan ( pembunuhan ) dengan cara yang disengaja itu”.

Munirpun langsung tertegun saat mendengar suara dari kakaknya itu dan berniatan untuk melapor atas kasus tersebut. Dan singkat cerita ke esokan harinya setelah munir melapor ke kantor polisi, dan ia lalu ceritakan lagi pada saudaranya dan diantara salah satu saudaranya ada yang kurang setuju karena bisa membahayakan nyawa munir atas laporan kasus pembunuhan tersebut.

Dan kakaknya yang masih duduk dibangku SMP itu berkata “ Wah, ini bahaya kalau ngelaporin orang mati, bisa dibunuh kamu nanti”. Tapi dengan rasa keberanian munir yang sudah menjadi karakternya, saat mendengar perkataan dari saudaranya tidak pernah gentar saat mendengar itu,  tapi justru ia berkata dalam hatinya, “ bahwa ini pendidikan menarik baginya yang kelas satu SMP saya mulai berhubungan dengan hukum”. Dan ia sependapat atau setuju dengan perkataan kakaknya yang masih Sekolah SMA itu, karena Nilai yang ia ambil dari kasus tersebut adalah, kita tidak bisa membiarkan ada peristiwa pembunuhan dan menyetujui orang mengambil keputusan ngubur orang begitu saja. Yang seolah olah-olah tidak ada Hukum didalam Negara kita. Sehingga Hak-hak asasi Manusia ( HAM ) di abaikan begitu saja.

Dan setelah Munir beranjak dewasa dan mengenyam pendidikan atau perguruan tinggi yaitu menjadi Mahasiswa. Ia sudah begitu terkenel dipublik maupun non publik sebagai mahasiswa yang aktivis , dan orang paling terdepan berdiri tentang masalah peradilan atau penegakan Hak-hak asasi manusia (HAM). Yang menurutnya tidak benar namun dianggap benar. Dan mana yang mestinya dibela itu yang harus dibela, bukan malah rakyat yang tak salah apa-apa yang di aniaya menjadi pelampiasan Nafsu belaka.

Dan dari situpula ibunya bernama ibu jamila mulai takut dan ragu tentang jalan yang diambil oleh munir sebagai aktor aktivis yang menyuarakan saura rakyat yang perlu perlakuan yang sebagai mana mestinya, namun keberanian munir yang sudah mnejadi karakter dan sifatnya itu tidak pernah takut untuk melanjutkan yang menerutnya itu benar. Bahkan saran dari ibunya ia abaikan, karena baginya memanusiakan manusia adalah hal yang paling penting dalam hidupnya. Dan dari aksi munir inilah yang menjadi perhatian dan perbincanagn dalam ketatanegaraan yang padamasa itu kepemimpinan Presiden RI.Soeharto.

Karena pada masa itu nyawa tidak adaharganya lagi, bahkan kasus pembunuhan dan penculikan aktivis politik atas penolakan terhadap ketetapan yang ditetapkan oleh Negara itu lansung di Exsekusi ( dibunuh) dan itu terjadi hampir setiap hari. Karena pada masa itu siapa yang kuat maka ialah yang berkuasa dan siapa yangberkuasa maka ia berhak melakukan apa saja. Dan darisitulah munir memberanikan diri dengan membulatkan tekat maju tanpa ada rasagentar karena mati hanya ditangan Tuhan ia membela kebenaran dengan menegakkan  Hak-hak asasi Manusia ( HAM ).

Sebagian Besar masyarakat indonesia menganggap Munir adalah sebuah suara keberanian ditengah kebungkaman massal atas penindasan Hak-hak asasi manusia. Itulah Munir Sebagai Figur publik, yang diakui sebagai seorang tokoh nasional, bahkan internasional, di bidang pembela HAM. Demikian kisah perjalanan  hidup sesosok orang pemberani bernama Munir.

Dari kisah cerita perjalanan Munir diatas tadi, mengajarkan kita bahwa pentingnya memanusiakan manusia ( menghargai satu sama lain ). Dan berani mengambil langkah selama itu menurut kita benar dan tidak bertabrakan dengan hukum syariaat Islam, serta membela kebenaran yang mestinya harus dibela bukan malah di diamkan begitu saja yang seolah-olah tidak ada hukum di dalam Negara kita.

Keberanian Seorang Munir (1998)

Penulis : Moh Asy’ari, Alumni Ponpes Darussalam. Asal Sapeken. Mahasiswa Prodi PGSD Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.