Hari Jum'at Bolehkah Umat Muslim Tetap Berdagang? Ini Jawabannya!

Hari Jum’at Bolehkah Umat Islam Tetap Berdagang? Ini Jawabannya!

Diposting pada 439 views

Hari Jum’at Bolehkah Umat Islam Tetap Berdagang? Ini Jawabannya!

Bilqolam.id – Umat Rosululloh memang istimewa. Bila umat terdahulu pada hari tertentu tidak boleh bekerja, maka umat Rosululloh pada hari raya tiap pekan tetap diperbolehkan untuk melakukan usaha.

Hari Jum’at bagi umat islam bukanlah hari libur dari bekerja. Hal itu dapat kita pahami dari surat Al-Jum’ah ayat 9-11.

يا أيها الذين آمنوا إذا نودي للصلاة من يوم الجمعة فاسعوا إلى ذكر الله وذروا البيع ذلكم خير لكم إن كنتم تعلمون

Pada ayat kesembilan ini Allah menyeru kepada orang-orang yang beriman bila telah dikumandangkan adzan untuk segera menuju berzikir kepada Allah.

Yang dimaksud dengan dzikir kepada Allah pada ayat ini adalah berkhutbah maupun mendengarkan khutbah. Dan yang dimaksud dengan adzan di sini adalah adzan yang disusul dengan dua khutbah (adzan kedua). Pada masa Rosululloh, Kholifah Abu Bakar dan Amirul Mukminin Umar bin Khotob adzan dilaksanakan satu kali yaitu adzan yang diiringi dengan khutbah. Dan pada masa Sayyidina Ustman bin Affan adzan dijadikan dua kali.

Disamping perintah, ayat ini juga mengandung larangan dari berjual beli setelah adzan kedua dikumandangkan.

Dari penjelasan ini, bisa dipahami bahwa sebelum adzan kedua dikumandangkan kita masih diperbolehkan untuk bertransaksi jual beli.

فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيرا لعلكم تفلحون

Pada ayat kesepuluh ini Allah menjelaskan bila sholat Jum’at telah selesai dilaksanakan, maka kita diizinkan untuk bertebaran di muka bumi dan mencari anugerah Allah. Disamping itu kita tetap diperintahkan untuk berdzikir dengan banyak kepada Allah saat melakukan transaksi dagang agar kita beruntung. Keberuntungan baik di dunia maupun di akhirat, seperti diisyaratkan dalam doa:

ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة.

Dari ayat ini kita mendapatkan pelajaran bahwa setelah sholat Jum’at selesai dilaksanakan, kita diizinkan untuk berjual beli kembali. Allah juga memberikan resep agar kita mendapatkan keuntungan, yaitu berusaha mencari anugerah ALLOH setelah sholat Jum’at dan berzikir dengan zikir yang banyak.

Salah satu bentuk zikir itu adalah menanamkan niat dalam hati untuk menghilangkan rasa tamak dan mengharapkan pemberian orang lain dengan usaha itu.

Apa usaha yang cepat mendapatkan keuntungan?.

وإذا رأوا تجارة

Usaha perdagangan dengan taktik dagang yang jitu. Artinya harus tetap menggunakan ilmu dagang. Diriwayatkan dari sebagian ulama salaf bahwa jual beli pada hari Jum’at setelah sholat Jum’at selesai dilaksanakan akan mendapatkan berkah tujuh puluh kali. Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim bahwa Syaikh Arok bin Malik ketika selesai melakukan sholat Jum’at beliau keluar dari masjid. Di dekat pintu masjid beliau berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَجَبْتُ دَعْوَتَكَ، وَصَلَّيْتُ فَرِيْضَتَكَ، وَانْتَشَرْتُ كَمَا أَمَرْتَنِيْ، فَارْزُقْنِيْ مِنْ فَضْلِكَ، وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ

ALLOHUMMA INNII AJABTU DA’WATAKA, WASHOLLAITU FARIDHOTAKA, WANTASYARTU KAMAA AMARTANII, FARZUQNII MIN FADHLIKA, WA-ANTA KHOIRUR ROOZIQIIN.

Demikian artikel tentang Hari Jum’at Bolehkah Umat Islam Tetap Berdagang? Ini Jawabannya!. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Aamiin

Penulis: Ust. Wahyudi Kanthongumur di Majlis Ta’lim Sabilun Najah Kramatsari III Pekalongan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.