Embun Pagi Penuh Keajaiban di Papua

Embun Pagi Penuh Keajaiban di Papua

Diposting pada 147 views

Embun Pagi Penuh Keajaiban di Papua

“Embun pagi dan rerumputan/Hijau daun dan warna bunga/Kicau burung yang hinggap di dahan/Matahari bersinar terang/Dan semua ini semakin kurasa/Sebagai nikmat yang telah Kauberikan/Takkan kulangkahkan kakiku lagi/Tanpa bimbinganmu Tuhan…”

Kata-kata di atas adalah lirik lagu yang disenandungkan Chrisye dengan judul Hening. Ada rasa syahdu mendengarnya.

Menyesap lagu ini dengan pelan-pelan membawa pada perenungan bahwa seringkali saya lupa dengan karunia indah dari Tuhan. Tuhan memberi alam ini untuk kita sebagai khalifah di muka bumi. Embun pagi, dedaunan hijau, kicauan burung, dan matahari yang bersinar, itu semua untuk kelangsungan hidup.

Tak aneh apabila Tuhan begitu sering menyindir kita dengan kata-kata ‘maka nikmat mana lagi yang hendak kau dustakan?’

Sebelumnya mungkin kamu pernah mendengan ceritaku ini. Akan kuceritakan lagi.

Seorang bapak bercerita kepadaku. Pas waktu kerja di Papua, dia terkena penyakit chikungunya. Seluruh persendian tubuhnya terasa pegal, ujarnya. Belum lagi sakit kepala dan demam. Waktu itu dia bekerja di komplek TNI AU sebagai tukang bangunan. Disebabkan oleh penyakit yang dideritanya, dia tidak bisa bekerja hampir dua bulan. Hari-harinya banyak dihabiskan di rumah sakit. Pengobatan alternatif pun sudah dia lakoni, tapi tidak ada kemajuan yang signifikan.

Penyakitnya yang tidak kunjung sembuh membuat dirinya pasrah. Dia siap untuk mati di Papua yang jauh dari keluarga.

Hingga suatu pagi dia yang sedang jenuh dengan penyakitnya keluar rumah dan berjalan-jalan di lapangan sepakbola. Tanpa alas kaki dia keliling lapangan.

Rumput yang masih basah terkena embun dia injak, sehingga kakinya pun ikut basah. Selang beberapa menit, dia merasa nyaman dengan tubuhnya. Persendiannya jadi enteng, mulai hilang pegal-pegalnya.

Akhirnya, dia memutuskan setiap pagi keliling lapangan. Anggap saja dia sedang menjalani terapi alami. Dan selang satu minggu penyakitnya sembuh. Rupanya embun yang menempel di rumput-rumput tersebut yang dia injak sehingga menyentuh telapak kakinya membawa mukjizat baginya. Terima kasih Tuhan, terima kasih Embun, ujarnya.

Demikian Embun Pagi Penuh Keajaiban di Papua, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Penulis : M Iqbal Dawami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.