Tuhanku dalam Diriku   Garis usia membingungkanku Dalam imajinasi tanpa makna nan berarti Kebuntuan seakan membuat kepalaku meledak Oleh pertanyaan yang sulit tuk terungkap   Siapa…? Siapa diriku? Dimana ku temukan diriku Aku pun tak lebih dari sebuah titik kecil   Dalam bingkai kata ku mencari Tuk menemukan kesejatian Di tengah alam raya yang ber-Tuhan Tapi, dimana Tuhan-Ku

Titik Makna Aku beranjak dari mimpi, mimpiku kali ini begitu mengesankan, membuat heran pada saat bangun kesiangan itu. Menyesal saat bangun siang sudah terjadi alami setiap hari. Karena bangun pagi adalah cita-cita setiap umat manusia. Menyesal itu sangat baik, daripada tidak merasakan apa-apa. Karena dari kesadaran bahwa yang kita lakukan belum benar, maka waktu selanjutnya kita bisa mengerjakan

Kalau Segelas Kopi Cukup, Jangan Lima Gelas Siang yang memayungi sebuah tongkrongan kopi di pojok desa, segerombolan pemuda sedang melakukan berbagai aktivitas disela-sela ngopinya. Ada yang mengerjakan tugas sekolah, kuliah, dan organisasi. Ada juga yang sibuk ngobrol, ada juga yang main game. Angkringan yang lumayan luas itu, nampak warna warni, tetapi hitam dan biru lebih dominan daripada warna-warna

Berkah Cinta di Bulan Mulia Oleh: Novi Tsania Fitriana, Santri Asal Jepara, Siswi Kelas 12 MIPA 1 MAN 4 Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta Senja mulai memancarkan keindahannya. Gagah dengan untaian awan merah menghiasi kolong langit seolah bersiap menyambut kedatangan bulan mulia, bulan yang penuh dengan keberkahan bulan yang didalamnya terkandung seribu bulan, bulan yang dimana setiap kebaikan selalu

Cerpen Udin Bukan Anak Yatim Suasana rame, teriakan, candaan, saling meledek dan ada yang menyanyi cukup lantang, sama sekali tidak mempengaruhi Udin yang masih terdiam di pojok kelas. Anak usia 8 tahun, kelas 2 SD itu berpikir keras, kenapa Pak Tohar mengatakan dirinya masih punya bapak? “Kenapa kamu angkat tangan, Udin?” kata Pak Tohar. “Tadi Pak Tohar tanya